Selasa, 26 Januari 2016

Analisis Iklan "Tropicana Slim"

Analisis Iklan
“ Tropicana Slim “




Tropicana Slim adalah nama merek produk dagang asli Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan Nutrifood Indonesia. Susu dan makanan ini dirilis pada tahun 1978 dan sejak dulu sangat konsisten dikonsentrasikan untuk kontrol dan pencegahan diabetes. Produk yang disediakan sangat beragam mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak. Produk susu dan makanan ini juga memiliki nutrisi yang paling lengkap.

Tapi disini kita akan membahas tentang iklan dari salah satu produk Tropicana Slim. Ingat kah dengan iklan ini?



Ini adalah iklan Tropicana Slim yang dibuat pada 6 November 2011. Iklan ini bercerita tentang seorang anak dan ayahnya, dimana anak tersebut ingin sekali menjadi ayahnya sampai-sampai semua kegiatan dan hobi yang  ayahnya lakukan juga ikut dilakukan oleh si anak. Ayahnya suka sekali makan makanan manis, dan suatu hari ayahnya terkena diabetes dan untuk pertama kalinya anak tersebut tidak ingin menjadi seperti ayahnya. Lalu, ada tulisan “Keturunan Diabetes 6x lebih beresiko”. Dan keluarlah produk Tropicana Slim rendah gula tersebut, yang satunya Classic dan yang satunya lagi Diabetes lalu dituang ke dalam cangkir. Lalu, mereka mengatakan dapat menikmati manisnya hidup dengan tahan lama, dan slogan yang mereka pakai diakhir iklan adalah “Sweet Moment Last Longer” yang artinya “Saat Manis Lebih Lama”.

Iklan ini mengajak para penonton agar tidak menjadi penderita Diabetes, dan memakai produk Tropicana Slim yang gula rendah ini. Dan iklan ini dibuat agar para penonton sadar bahwa Diabetes adalah penyakit yang akan dibawa oleh keturunannya. Tapi, ada dua jenis gula yang dipakai di dalam iklan, yaitu Classic dan Diabetes. Tropicana Slim Classic diperuntukkan bagi orang yang tidak terkena Diabetes untuk mencegah mereka terkena Diabetes. Sedangkan Tropicana Slim Diabetes diperuntukkan bagi si penderita Diabetes.

Iklan ini diperuntukkan bagi manula dan orang dewasa. Karena, kebanyakan yang terkena penyakit Diabetes ini adalah manula dan orang dewasa. Kira-kira dari seumuran anak-anak sampai umur 40 tahunan keatas bisa terlihat bahwa mereka mempunyai penyakit Diabetes atau tidak.


Pesan dari iklan ini, cegah lah Diabetes dari dini agar generasi kita dapat menikmati hidup tanpa adanya penyakit bawaan dari mereka lahir yang membuat  mereka tidak leluasa untuk menikmati hidup yang manis.

Profil Targeted "Bear Brand"

Profiling Targeted
“ Bear Brand“

  •          Nama produk  : Bear Brand
  •          Permintaan     : Berdasarkan kebutuhan masyarakat
  • ·        Target Konsumen       
a.      Umur                           : tidak ada batasan umur
b.      Gaya Hidup                : kebutuhan untuk orang sehat maupun sakit
c.       Gender                        : laki-laki maupun perempuan
d.      Wilayah                       : Vevey, Swiss
e.      Tempat Distribusi     : Super market, mini market, warung sembako.
f.        Media Promosi          :
a)      Tv (yaitu melalui iklan, karna orang akan mudah tertarik karna tampilan yang menarik yang di iklan kan oleh produk tersebut)
b)      Majalah (melalui iklan di dalam majalah dapat dilihat berkali-kali)
c)      Iklan di internet ( iklan yang muncul di internet akan membuat orang penasaran apakah itu bear brand)
d)      media sosial (promosi yang dilakukan di media sosial lebih cepat tersebar dan orang akan lebih banyak tahu apa itu bear brand, karna dijaman sekarang media sosial lebih cepat tersebar daripada media yang lainnya).
g.      Warna                         : Putih ( karena susu itu putih dan bersih dari bakteri apapun)
h.      Font                             : Calibri (agar terlihat sederhana)
i.        Model/gambar           :
                              


  •           Manfaat          :
a.      Membantu menyembuhkan penyakit paru-paru pada anak.
Dengan kandungan yang ada dalam Susu Bear Brand, akan berpengaruh pada kesehatan paru-paru anak-anak dalam aspek ini lebih menjernihkan atau membersihkan.
b.      Membantu menyembuhkan penyakit pilek pada anak-anak. Dengan kandungan vitamin yang ada, ini akan memudahkan anak-anak yang terkena penyakit pilek lebih cepet sembuh.
c.       Membantu mengatasi penyakit tipus. Ketika seseorang menghadapi penyakit typus, salah satunya adek saya lebih cepat sembuh ketika meminum susu ini.
d.      Membantu meningkatkan daya kekebalan tubuh. Banyaknya kandungan mineral,lemak dan vitamin dalam susu akan berpengaruh pada kekebalan tubuh yang semakin meningkat.
e.      Membantu menetralisasi racun dalam tubuh. Kandungan zat dan proses sterilisasi yang sudah dilakukan akan bepengaruh dalam hal mengatasi racun-racun yang ada dalam tubuh.
f.        Membantu menjaga kadar kolesterol. Ketika seseorang meminum susu dengan kadar lemak dan protein seperti itu, ini membantu menjaga kolestrol dengan tetap mampu mendapatkan manfaat dari kandungan vitamin yang masih ada.
g.      Membantu mengurangi pengeroposan kulit. Dengan dilengkapi dengan vitamin A, C, dan E , susu beruang ini mampu membantu proses regenarasi kulit dan mencegah kerusakan sel kulit lebih dini.
h.      Membantu menjaga tulang agar tidak mudah keropos. Tak hanya kulit saja, vitamin yang ada juga mampu menjaga tulang agar tetap kokoh dan tidak mudah terjadi radang sendi / semacamnya.
i.        Membantu memulihkan tubuh setelah sakit. Kemurnian bear brand , mampu menjaga kesehatan dan proses pemulihan .Banyak penyakit yang sudah dibuktikan, ketika pasca meminum ini penyakit yang ada lebih cepat hilang dari tubuh pasien.
j.        Membantu menjaga kinerja otak. Ketika kita sering meminum susu ini, maka dengan hasil proses sterilisasi yang sudah dilakukan, secara manfaat akan lebih berpengaruh dalam menjaga kemampuan otak kita.
k.       Membantu pembersihan aliran darah. Logikanya sama dengan sebelumnya, dengan kondisi susu yang sudah di sterilisasi , dimana ada kandungan kadar antioksidan yg tinggi, dapat membantu proses pembersihan pada aliran darah.
l.        Membantu pembersihan perut. Begitu pula dengan ini, dikarenakan kandungan yang ada di dalam susu ini cukup berkhasiat, maka susu ini mampu melakukan pembersihan organ di dalam perut.
m.    Membantu pembersihan pada jantung. Tak hanya organ perut, organ jantung juga mampu dibersihkan ketika kita meminun susu beruang ini.
n.      Tidak membuat gemuk dan obesitas. Dengan asumsi kandungan lemak dan proteinya lebih sedikit, dikarenakan sudah melewati proses sterilisasi, hal ini mempengaruhi ketika kita meminum susu ini tidak banyak berpengaruh pada berat badan kita.
o.      Membuat tidur lebih nyenyak. Dengan khasiat susu beruang seperti diatas, dimana melakukan pembersihan dan membantu dalam proses penyembuhan, akan berpengaruh pada proses kita beristirahat dimana kita akan lebih rileks dan nyaman ketika tidur.
p.      Membuat badan lebih segar dan fresh. Ketika kita bisa tidur dengan nyaman dan rileks, ketika bangun pun kita juga akan lebih fresh dan segar. Serta bisa beraktivitas dengan lebih semangat. Dimana dikarenakan ada kandungan vitamin B1, B2, B6, B12 yang membantu mempercepat proses pengolahan energi sehingga mempengaruhi kesiapan kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat.



Senin, 12 Januari 2015

Tugas Akhir MKDU Ilmu Sosial Dasar

Pertumbuhan Individu

Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.

Pengalaman Positif :
Biarpun sifat seseorang kekanak-kanakan bukan berarti dia tidak dikatakan dewasa, dewasa bisa dilihat dari cara pemikiran dan cara menyelesaikan suatu masalah. Pribadi seseorang juga terbentuk karena faktor keluarga, lingkungan, sekolah, teman maupun dengan orang yang sedang menjalin hubungan. Seperti halnya saya, walaupun jarang beribadah tetapi saya tahu mana yang baik mana yang buruk dan mana yang harus dijalani mana yang harus dijauhi seperti berjudi, merokok, minuman keras, memakai narkoba, pergi ke night club dan sebagainya. Tapi bagi saya itu sia-sia dan tidak penting, buat apa melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya dan kesenangannya tetapi tetap kita jalani? Ketika saya berpikir kembali, untuk apa saya dilahirkan di dunia kalau hanya melakukan dosa padahal orang tua saya susah payah membesarkan saya dan terutama untuk ibu saya yang telah melahirkan saya? Saya bangga dengan orang tua saya walaupun berbeda keyakinan, kami saling mengingatkan, saling mengerti satu sama lain, tidak menghujat, dan saling menyayangi. Biarpun orang berkata "haram" hukumnya, apa yang bisa diperbuat dari apa yang telah ditakdirkan yang Maha Kuasa?

Minggu, 09 November 2014

tugas 2

Nama             : Dwi Asri Puspitasari
NPM               : 23314277
Kelas             : 1TB01


Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:

1. Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

2. Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

3. Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.


Keluarga dan Fungsi Keluarga
Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah atau kadangkala adopsi dan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi si suami dan istri, /]ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peranan-peranan tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga diperkuat melalui sentimen-sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

1.      Keluarga Inti
Keluarga inti ( Nuclear Family ) adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak mereka yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal” family.

 2.      Keluarga Besar
Keluarga besar ( extended family )Keluarga yang disamping terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung, juga sanak saudara lainnya, baik menurut garis vertikal (ibu, bapak, kakek, nenek, mantu, cucu, cicit), maupun menurut garis horizontal (kakak, adik, ipar) yang berasal dari pihak suami atau pihak isteri.

3.      Tipe – Tipe Keluarga Besar

1.    Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah.
2.    Matrilineal keluarga: sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3.    Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu.
4.    Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5.    Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian   keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

 4.   Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :

1.    Fungsi biologis
A.   Untuk meneruskan keturunan.
B.   Memelihara dan membesarkan anak.
C.   Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
D.   Memelihara dan merawat anggota keluarga.
2.   Fungsi Psikologis
A.   Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
B.   Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
C.   Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
D.   Memberikan Identitas anggota keluarga.

3.   Fungsi Sosialisasi
A.   Membina sosialisasi pada anak. 
B.   Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
C.   Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

4.   Fungsi Ekonomi
A.   Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
B.   Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
C.   Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.

5.   Fungsi Pendidikan
·                                       Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
·         Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.
·         Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga, sebagai berikut :
                                i.        Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
                              ii.        Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
                             iii.        Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
                             iv.        Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
                              v.        Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.

6. Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif 
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8. Fungsi Biologis 
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
a. Jenis-jenis Kelompok
Jenis-jenis kelompok dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, maka ada jenis kelompok formal dan kelompok tidak formal. Kelompok formal adalah sub unit sah dari organisasi yang telah ditetapkan anggaran dasar organisasi atau oleh suatu ketetapan manajemen. Jadi kelompok ini sengaja dibentuk untuk memenuhi tugas yang nyata guna mendukung keseluruhan tugas organisasi. Kelompok informal adalah kelompok yang muncul sebagai upaya pemenuhan kebutuhan inividu dengan mengembangkan tata hubungan dengan anggota lain dalam organisasi. Kelompok informal hanya dapat terbentuk apabila lokasi fisik anggota-anggotanya, sifat pekerjaan, dan jadwal kerja memungkinkan untuk terbentuknya kelompok. Oleh karena itu kelompok informal muncul dari kombinasi antara fakor-faktor formal dan kebutuhan manusia sebagai anggota-anggotanya

b.Fungsi-fungsi Kelompok
                Pada dasarnya fungsi kelompok dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu fungsi organisasi formal dan fungsi kebutuhan individual. Artinya suatu kelompok tertentu dapat memenuhi kebutuhan fungsi organisasi formal dan kebutuhan pribadi.
Fungsi organisasi formal adalah aspek-aspek kegiatan kelompok yang bertepatan dengan tugas pokok organisasi, antara lain :
1.kelompk dapat digunakan sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks yang saling berkaitan dan terlalu sukar untuk dikerjakan oleh siapapun, dan tidak mudah untuk dibahi-bagikan dalam tugas-tugas tersendiri,
2.kelompok dapat digunakan sebagai sarana untuk mencetuskan gagasan-gagasan baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu.
3.kelompok dspat menjadi penghubung penting atau menjadi koordinator beberapa bagian.
4.kelompok dapat berfungsi sebagai cara untuk memecahkan berbagai masalah yang memerlukan pengolahan informasi yang sangat pelik.
5.kelompok dapat digunakan untuk memudahkan pelaksanaan keputusan yang rumit, dan
6.kelompok dapat digunakan sebagai wahana sissialisasi atau pelatihan satu sama lain.

Kelompok sebagai fungsi pemenuhan kebutuhan individual didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan itu meliputi :
1.kelompok sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang
2.kelompok sebagai sarana untuk mengembangkan, meningkatkan dan menegaskan rasa identitas dan memelihara harga diri
3.kelompok merupakan sarana untuk menguji kenyataan sosial, melalui diskusi dengan kelompok lain, pengembangan perspektif dan konsensus bersama yang dapat mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial.
4.kelompok dapat menghilangkan rasa kurang aman, cemas, dan tidak berdaya
5.bagi para anggotanya kelompok merupakan mekanisme pemecahan masalah dan penyelesaian tugas, terutama yang berkaitan dengan masalah pribadi masing-masing anggota.
Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu.

Selanjutnya, perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1.    Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
2.    Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
3.    Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya(2). Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1.    Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.    Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.    Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.    Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.    Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.    Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.    Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.    Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.    Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Kemudian definisi dari kata keluarga itu sendiri adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu , memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan karakter dari perilaku suatu individu dalam perkembangannya sebagi makhluk social.

Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu. Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat  oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:
1.    Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2.    Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1. Masyarakat non industri
Terbagi menjadi dua kelompok :
a. Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.


2. Masyarakat industri
Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contohnya : tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb(5).
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat.
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

URBANISASI
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
Kesimpulan : manusia adalah makhluk sosial. Tanpa adanya manusia lain hidup hanya akan terasa hampa, tanpa sosialisasi, bantu membantu, lalu tidak adanya interaksi hanya akan terasa sia-sia. Tidak ada manusia yang tidak punya masalah.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi